Selasa, 13 November 2012

0 Kapal Tongkang Meledak


Sutajaya mendapatkan perawatan medis di RSUD Soedarso Pontianak
PONTIANAK – Kapal tongkang tiba-tiba meledak di perairan Kabupaten Kayong Utara Kalbar dari arah Ketapang menuju Rasau Jaya, Sabtu (10/11) dini hari. Peristiwa tersebut menewaskan Tarji, 35, dan Sutajaya, 30, menderita kritis.

Tarji dan Sutajaya merupakan anak buah kapal (ABK) di tongkang nahas tersebut. Tarji sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar. Namun pemuda tersebut tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Sutajaya–rekannya–menderita patah tulang kaki dan kini masih dirawat di RSUD Soedarso.

“Saya mendapatkan informasi dari perusahaan tempat keponakan saya bekerja. Tarji keponakan saya menjadi korban kecelakaan kerja meledaknya kapal tongkang sekitar pukul 05.40,” kata Wajo, paman Sutajaya, Minggu (11/11).

Wajo mengatakan keponakannya terpental saat kapal tongkang yang ditumpanginya meledak. Kakinya terjepit antara kapal tongkang dan tugboat yang menariknya. Kedua kakinya patah.

“Saya tinggal di Jakarta, dihubungi mandor tempat keponakan saya bekerja. Saya diminta melihat kondisi keponakan saya yang dikabarkan mengalami kecelakaan kerja. Namun setelah sampai di rumah sakit, ternyata keponakan saya sudah meninggal,” ungkap Wajo.

Wajo enggan berkomentar banyak dengan kejadian tersebut. Bahkan dirinya mengakui tidak mengetahui persis peristiwa yang menewaskan keponakannya itu.

“Saya tidak tahu kejadiannya, cuma disuruh oleh mandornya datang. Saya warga Jakarta dan saya bingung mau dikuburkan di mana jasad Tarji atau dibawa ke Jakarta. Tetapi biayanya mahal sekali,” katanya.

Sutajaya yang terbaring lemah dengan kondisi kedua kakinya diperban dan dipastikan harus dilakukan operasi karena mengalami patah tulang dan tubuhnya luka-luka. Dia mengerang kesakitan dan tidak dapat berkomentar banyak atas peristiwa yang dialaminya.

“Tarji itu rekan kerja saya. Saya tidak tahu dan saya pusing, saya tidak ingat apa-apa,” ungkapnya sambil mengerang kesakitan.

Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar mengatakan polisi belum mengetahui secara pasti peristiwa tersebut. Saat ini sedang ditangani Direktorat Pol Air Polda Kalbar. “Informasi yang saya terima korban berjumlah lima orang. Empat orang dirawat di rumah sakit dan satu tewas. Tetapi tidak mengetahui korban dirawatnya di mana,” ungkap Mukson.

Polisi akan melakukan penyelidikan penyebab meledaknya kapal tongkang yang ditumpangi Tarji dan Sutajaya. (sul)

Sumber http://www.equator-news.com

Poskan Komentar

 
Terima Kasih Sudah Berkunjung !!!